TENTANG KAMI | INDEX | REDAKSI | IKLAN | RSS | PETA | KONTAK | KETENTUAN | FORUM | FACEBOOK | Twitter | REGISTER | SIGN IN
Jumat, 22 September 2017 - 2 Muharram 1439 H

Wali Kota: Pariwisata Padang Punya Keunggulan Jarak Destinasi

Wako Padang, Mahyeldi Ansharullah.
Padang, (Antara Sumbar) - Wali Kota Padang, Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah menilai pariwisata daerah itu memiliki keunggulan dari daerah lain terutama terkait jarak antar destinasi yang relatif dekat hingga mudah dijangkau wisatawan, selain keindahan dan keelokan budayanya.

"Destinasi kita rata-rata di dalam kota hingga sangat mendukung untuk paket wisata," katanya di Padang, Senin.

Bahkan, menurut dia untuk wisata 19 pulau kecil yang ada di sekitar Kota Padang, hanya memerlukan waktu paling lama 30 menit perjalanan menggunakan kapal sehingga masih efektif untuk dimasukkan dalam satu paket wisata.

Ia optimis faktor itu bisa menjadi magnet bagi investor dalam dan luar negeri untuk menanamkan modal bidang pariwisata di Padang.

Selain itu ketersediaan lahan yang sudah bebas untuk dikembangkan seperti Gunung Padang, pulau-pulau kecil dan Taman Raya Bung Hatta juga menjadi keunggulan Padang.

"Kita juga sudah punya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2009 tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal di Bidang Pariwisata Kota Padang yang lebih memudahkan investor," tambahnya.

Perda itu memberikan insentif bagi investor yang menanamkan modal di atas satu triliun rupiah berupa bebas membayar kewajiban keuangan terhadap daerah selama dua tahun.

Investasi di bawah satu triliun rupiah juga mendapatkan insentif dan kemudahan, sesuai jumlah investasinya.

Mahyeldi mengemukakan dalam pertemuan dengan pengusaha Arab Saudi pada salah satu hotel di Padang, pihaknya memaparkan semua potensi tersebut, termasuk juga kemungkinan investasi pada sarana pendukung pariwisata seperti hotel.

"Kita berharap makin banyak pengusaha luar negeri seperti Arab Saudi yang tertarik menginvestasikan modal di Padang sehingga perekonomian masyarakat bisa makin terbantu," ujarnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Oni Yulfian mengatakan idealnya untuk sebuah paket wisata yang dijual pada wisatawan, waktu tempuh antara destinasi paling lama 30 menit agar tidak terjadi kebosanan.

Dengan demikian infrastruktur penunjang seperti jalan bebas macet atau ketersediaan kapal yang representatif dan aman, menjadi sangat penting dalam pengembangan pariwisata daerah. (*)

Editor : Joko Nugroho

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Riko Syaputra
Lubuk Sikaping, (Antara Sumbar) - Petugas Rumah Tahanan kelas II B Lubuk Sikaping kembali kecolongan setelah satu warga binaannya ...
Baca Juga