Lima Titik Panas Mulai Terdeteksi di Sumbar

Pewarta : id titik panas

Ilustrasi. (Antara)

Padang, (Antara Sumbar) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ketaping, Sumatera Barat mendeteksi lima titik panas di provinsi itu berdasarkan pantauan Sensor Modis atau Satelit Terra Aqua.

"Pantauan hari ini terdeteksi lima titik panas yakni di Dharmasraya empat titik dengan tingkat kepercayaan 50 hingga 76 persen," kata Kepala Seksi Observasi BMKG Ketaping Padangpariaman, Budi Samiadji dihubungi dari Padang, Jumat.

Kemudian satu titik panas lainnya terdeteksi di Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota satu titik dengan tingkat kepercayaan 53 persen.

Meskipun saat ini curah hujan cukup tinggi, lanjutnya namun tidak menutup kemungkinan untuk terjadinya kebakaran lahan karena beberapa faktor seperti adanya bahan yang mudah terbakar.

"Informasi titik panas ini berguna untuk tanggap darurat asap dan agar diwaspadai oleh pihak yang terkait dengan meningkatkan imbauan pada masyarakat agar tidak melakukan kegiatan yang memicu terjadinya kebakaran," ujar dia.

Ia menerangkan pihaknya rutin memberikan informasi kepada pemerintah daerah setempat terkait kondisi tersebut agar dapat segera ditindaklanjuti untuk menghindari kebakaran lahan yang lebih luas.

"Ini juga untuk tanggap siaga asap agar pihak terkait melakukan verifikasi ke lapangan dan memastikan kondisi di lokasi yang terdeteksi satelit serta meningkatkan imbauan pada masyarakat untuk menghindari aktivitas yang memicu terjadi kebakaran lahan," katanya.

Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya mengungkapkan data pada Juni 2017 terdeteksi 231 titik api (hotspot), lebih besar dibanding 2016 yang hanya 155 titik api, namun masih jauh dari data 2015 yang mencapai 2.043 titik api.

Sedangkan pada Juli 2017 datanya mencapai 558 hotspot lebih besar, dari Juli 2016 yang hanya 247, namun pada 2015 mencapai 2.043 titik api. (*)
Editor: M R Denya
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar